)))))(((((

)))))(((((
Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Komandan Infanteri Militer Libya Bergabung dengan Kubu Anti Gaddafi



Komandan pasukan infanteri militer Libya telah bergabung dengan revolusi melawan rezim Muammar Gaddafi, sementara itu masyarakat internasional mulai meningkatkan tekanan terhadap negara Afrika Utara tersebut untuk menghentikan kekerasan.

Al Jazeera Arab melaporkan pembelotan komandan infanteri tersebut pada Selasa kemarin (1/3).

Perkembangan ini datang pada saat banyak pejabat pemerintah dan militer yang lari dari kamp Gaddafi karena tindakan keras pemerintah terhadap para demonstran.

Sebelumnya, salah satu putra penguasa Libya ini, Saif al-Arab Gaddafi, bergabung dengan pengunjuk rasa di timur kota Benghazi. Ia awalnya dikirim ke sana oleh ayahnya untuk menindak pengunjuk rasa di kota.

Menteri Kehakiman Libya Mustafa Abdel Galil dan Menteri Dalam Negeri Abdel Fatah Yunes mengundurkan diri pekan lalu dan bergabung dengan revolusi rakyat.

"Satu-satunyanya tujuan kami adalah untuk membebaskan Libya dari rezim ini dan kemudian rakyat bisa memilih pemerintah yang mereka inginkan," kata Abdel Galil dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera setelah pengunduran dirinya.

Ahmad Gaddaf al-Dam, salah satu pejabat tinggi keamanan Libya, juga mengundurkan diri.

Utusan Libya untuk Liga Arab, Abdel Moneim al-Honi, dan duta besar negara untuk China, Hussein Sadeq Al Misurati, mengundurkan diri pada hari Minggu pekan lalu untuk bergabung dengan protes rakyat.

Dengan meningkatnya tekanan internasional pada Gaddafi, Majelis Umum PBB dengan suara bulat menyetujui penangguhan Libya dari Dewan HAM PBB pada hari Selasa kemarin.

Sekjen PBB membuat pengumuman itu dalam sebuah pidato di Majelis Umum PBB di New York.

Ban juga mendesak Majelis Umum untuk bertindak tegas terhadap krisis Libya, yang menyatakan bahwa rakyat yang telah diperlakukan tidak manusiawi oleh rezim Gaddafi.

Pangkalan AS dan NATO di Italia dilaporkan mempersiapkan aksi militer terhadap Libya, meskipun adanya peringatan Rusia menentang pengerahan pasukan asing ke negara Afrika Utara tersebut.

Di indonesia akan di terapkan WAJIB MILITER mulai umur 17 tahun ke atas





“Memperkuat kekuatan pertahanan memang diperlukan, tetapi hal itu akan lebih baik apabila pemerintah menyiapkan perangkat keras yang lebih mapan dulu dalam pertahanan nasional,” kata Al-Araf, Direktur Program Imparsial.

Menurutnya, pembentukan komcad bukanlah hal yang terpisah dari pembangunan sistem komnas. Pembentukan komcad sudah sepantasnya terintegrasikan dengan defense planning maupun pembangunan sistem komnas yang luas dan menyeluruh.

Lebih dari itu, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan pembangunan kekuatan komponen utamanya (TNI) ketimbang membentuk komcad mengingat anggaran negara yang masih sangat terbatas. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan memperoleh 50.000 personil komcad yang terdata, sehingga bisa untuk dijadikan satu kompi cadangan dalam tiap Kodim.

Di sisi lain, menurutnya, RUU Komcad juga bisa menimbulkan dampak pada dinamika perekonomian nasional, terutama di sektor swasta. Pasalnya, warga negara yang diikutsertakan dalam Komcad adalah para angkatan kerja yang tersebar di berbagai perusahaan swasta di Indonesia.

Bahkan, RUU itu juga berpeluang pengambilalihan sarana dan prasarana milik swasta oleh pemerintah saat terjadi perang. Oleh karenanya, ia beranggapan RUU tersebut prematur karena masih banyak hal yang belum diatur.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...